BAB I

PENDAHULUAN

 

A. LATAR BELAKANG

Latar belakang penelitian “Pengaruh Intensutas Cahaya Terhadap Kecepatan pertumbuhan Kacang hijau (Phaseolus raditus)” antara lain:

1. Pentingnya kecepatan perkecambahan dikaitkan dengan banyaknya kebutuhan terhadap benih kacang hijau

2. Tanaman kacang hijau yang berada ditempat terang lebih baik dibandingkan yang berada ditempat gelap.

 

B. RUMUSAN MASALAH

1. Apakah ada perbedaan antara pertumbuhan kecambah ditempat gelap dan ditempat terang ?

2. Apakah ada pengaruh pertumbuhan kecambah ditempat gelap dan ditempat terang ?

3. Bagaimana pertumbuhan kecambah ditempat yang gelap dalam waktu satu minggu ?

4. Bagaimana pertumbuhan kecambah ditempat yang terang dalam waktu satu minggu ?

5. Pertumbuhan manakah yang lebih baik antara kecambah ditempat gelap dan ditempat terang ?

 

C. TUJUAN PENELITIAN

Untuk mengetahui perbedaan antara pertumbuhan kecambah ditempat gelap dan ditempat terang.

 

D. MANFAAT PENELITIAN

Sebagai sumber informasi bagi petani kacang-kacangan dalam meningkatkan pertumbuahan kacang hijau.

 

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. PENGERTIAN KACANG HIJAU

Kacang hijau adalah sejenis tanaman budidaya dan palawija yang dikenal luas didaerah tropika atau merupakan tanaman pangan semusim (berumur pendek / 60 hari) dan berupa semak yang tumbuh tegak. Tanaman kacang hijau ini diduga berasal dari India. Di awal abad ke-17, kacang hijau mulai menyebar ke berbagai negara Asia tropis termasuk Indonesia. Panen kacang hijau dilakukan beberapa kali dan berakhir pada hari ke-80 setelah tanam. Tumbuhan yang termasuk suku polong-polongan (Fabaceae) ini memiliki manfaat dalam kehidupan sehari-hari sebagai sumber bahan pangan berprotein nabati tinggi.

Kacang hijau di Indonesia menempati urutan ketiga terpenting sebagai tanaman pangan lengan, setelah kedelai dan kacang tanah. Bagian yang paling bernilai ekonomi adalah bijinya. Biji kacang hijau direbus hingga lunak dan dimakan sebagai bubur atau dimakan langsung. Biji matang yang digerus dan dijadikan sebagai isi onde-onde, bakpau, atau gandas turi. Kecambah kacang hijau menjadi sayuran yang umum dimakan di kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara yang dikenal sebagai tauge. Kacang hijau bila direbus cukup lama akan pecah dan pati yang terkandung dalam bijinya akan keluar dan mengental, menjadi semacam bubur. Tepung biji kacang hijau, disebut di pasaran sebagai tepung hunkue.

 

B. KLASIFIKASI DAN MORFOLOGI

Kacang hijau termasuk dalam keluarga Leguminosai. Adapun klasifikasi botani tanaman kacang hijau sebagai berikut:

  • Divisi                           : Spermatophyta
  • Subdivisi                     : Angiospermae
  • Kelas                           : Dicotyledonae
  • Ordo                            : Rosales
  • Famili                          : Leguminosai (Fabaceae)

 

 

  • Genus                          : Vigna
  • Spesies                        : Vigna radiata
  • Nama binomial            : Vigna radiata
  • Sinonim                       : Phaseolus auerus

 

C. BAGIAN-BAGIAN TANAMAN KACANG HIJAU

Bagian dari tanaman kacang hijau antara lain akar, batang, daun, bunga, buah dan biji. Adapun deskripsi masing-masing bagian tanaman tersebut dijelaskan sebagai berikut:

1. Akar

Tanaman kacang hijau berakar tunggang. Sistem perakarannya dibagi menjadi dua, yaitu mesophytes (mempunyai banyak cabang akar pada permukaan tanah dan tipe pertumbuhannya menyebar) dan xerophytes (memiliki akar cabang lebih sedikit dan memanjang ke arah bawah).

2. Batang

Batang kacang hijau berbentuk bulat dan berbuku-buku. Ukuran batangnya kecil, berbulu, berwarna hijau kecokelatan atau kemerahan. Setiap buku batang menghasilkan satu tangkai daun, kecualipada daun pertama berupa sepasang daun yang berhadapan dan masing-masing daun berupa daun tunggal. Batang kacang hijau tumbuh tegak dengan ketinggian mencapai 1 m. Cabang tanaman kacang hijau menyebar ke semua arah.

3. Daun

Daun kacang hijau tumbuh majemuk, terdiri dari tiga helai anak daun setiap tangkai. Helai daun  berbentuk oval dengan bagian ujung lancip dan berwarna hijau muda hingga hijau tua. Letak daun berseling. Tangkai daun lebih panjang dari pada daunnya sendiri.

4. Bunga

Bunga kacang hijau berbentuk seperti kupu-kupu dan berwarna kuning kehijauan atau kuning pucat. Bunganya termasuk jenis hermaprodit atau berkelamin sempurna. Proses penyerbukan terjadi pada malam hari sehingga pada pagi harinya bunga akan mekar dan pada sore hari menjadi layu.

5. Buah

Buah kacang hijau berbentuk polong. Panjang polong sekitar 5-16 cm. Setiap  polong berisi 10-15 biji. Polong kacang hijau berbentuk bulat atau pipih dengan ujung agak runcing atau tumpul. Polong muda berwarna hijau, setelah tua berubah menjadi kehitaman atau kecokelatan. Polongnya mempunyai rambut-rambut pendek atau berbulu.

6. Biji

Biji kacang hijau berbentuk bulat. Biji kacang hijau lebih kecil dibandingkan dengan biji kacang tanah atau kacang kedelai, yaitu bobotnya hanya sekitar 0,5-0,8 mg. Kulitnya hijau berbiji putih. Bijinya sering dibuat kecambah atau tauge.

 

D. BENIH KACANG HIJAU

Benih kacang hijau merupakan biji tanaman kacang hijau yang tumbuh menjadi tanaman muda. Selanjutnya tanaman muda tersebut menjadi dewasa yang menghasilkssan bunga dan berbuah. Untuk menghasilkan tanaman kacang hijau dengan produksi maksimal, salah satunya dibutuhkan benih berkualitas tinggi. Benih berkualitas (bermutu) merupakan syarat mutlak untuk menghasilkan tanagman kacang hijau yang tumbuh subur dan menghasilkan buah maksimal.

 

E. VARIETAS UNGGUL KACANG HIJAU

Sejak tahun 1970-an, telah dilepas beberapa varietas kacang hijau. Pada saat itu, varietas kacang hijau yang banyak dibudidayakan yaitu jenis No. 129 dan Bhakti. Kedua varietas tersebut mampu menghasilkan 1,6 ton biji kering per hektar. Namun, setelah dilakukan penanaman oleh para petani, ternyata hasilnya tidak seperti yang diinginkan, bahkan lebih rendah. Memang tidak dapat dipungkiri, tidak hanya varietas yang berperan, tetapi sistem budidaya petani pada saat itu masih bersifat tradisional. Untuk itu, pemerintah berusaha untuk melepas varietas-varietas unggul dan memberikan penyuluhan kepada para petani untuk menerapkan sistem budidaya kacang hijau yang lebih baik.

BAB III

VARIABEL PENELITIAN

 

A. VARIABEL PENELITIAN

Identifikasi variable pada penelitian tentang pengaruh intensitas cahaya terhadap kecepatan pertumbuhan kacang hijau (Phaseolus radiatus).

 

1. Variabel bebas

Cahaya terhadap kecepatan pertumbuhan kacang hijau.

 

2. Variabel kontrol

Jenis biji kacang hijau dan tempat perkecambahan.

 

3. Variabel terikat

Kecepatan perkecambahan.

 

B. ALAT DAN BAHAN

1. Dua buah mika plastik

2. Mistar / penggaris dan alat tulis

3. Air

4. Kapas

5. 14 biji kacang hijau

 

C. CARA KERJA

1. Siapkan duah buah mika plastik berilah label pada kedua mika tersebut masing-masing mika 1 dan mika 2

2. Basahi kapas dengan air sampai basah

3. Kemudian kapas yang sudah basah masukkan kedalm kedua mika tersebut

4. Letakkan 7 biji kacang hijau pada masing-masing mika, tepat diatas kapas yang basah

5. Letakkan mika 1 ditempat terang dan mika ditempat gelap. Dan siram dengan air setiap hari selama 6 hari

6. Jika biji telah tumbuh, ukurlah tinggi kecambah dari kedua tanaman dimika tersebut. Pengukuran dimulai dari permukaan tanah hingga ujung batang

7. Lakukan pengukuran setiap hari

8. Hitunglah rata-rata tinggi kecambah perhari untuk kedua percobaan. Pada hari ketujuh, Hitunglah secara keseluruhan untuk tiap percobaan

9. Buatlah grafik pertumbuhan pada kecambah ditempat gelap dan terang

10. Buatlah kesimpulan tentang pertumbuhan kecambah ditempat gelap dan terang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. TABEL PENGAMATAN PERTUMBUHAN KECAMBAH DI TEMPAT TERANG

Hari / Tanggal Tinggi kecambah dalam (cm) Rata-rata
1 2 3 4 5 6 7
1 1 cm 1 cm 1 cm 1 cm 1 cm 1 cm 1 cm 1 cm
2 3 cm 3 cm 4 cm 4 cm 2 cm 3 cm 2 cm 3 cm
3 6 cm 5 cm 8 cm 7 cm 5 cm 6 cm 4 cm 5,85 cm
4 10 cm 9 cm 12 cm 11 cm 9 cm 10 cm 8 cm 9,85 cm
5 14 cm 13 cm 15 cm 15 cm 13 cm 13 cm 12 cm 13,57 cm
6 18 cm 18 cm 19 cm 19 cm 18 cm 17 cm 16 cm 17,85 cm
7 19 cm 19 cm 21 cm 20 cm 19 cm 18 cm 18 cm 19,14 cm
Rata-rata 10,14 cm 9,71 cm 11,42 cm 11   cm 9,57 cm 9,71 cm 8,71 cm

B. TABEL PENGAMATAN PERTUMBUHAN KECAMBAH DI TEMPAT GELAP

Hari / Tanggal Tinggi kecambah dalam (cm) Rata-rata
1 2 3 4 5 6 7
1 2 cm 2 cm 2 cm 1 cm 1 cm 1 cm 2 cm 1,57 cm
2 5 cm 5 cm 5 cm 4 cm 3 cm 3 cm 4 cm 4,14 cm
3 10 cm 11 cm 11 cm 10 cm 7 cm 8 cm 9 cm 9,42 cm
4 16 cm 16 cm 17 cm 16 cm 14 cm 14 cm 15 cm 15,42 cm
5 22 cm 20 cm 23 cm 20 cm 19 cm 18 cm 19 cm 20,14 cm
6 25 cm 24 cm 27 cm 25 cm 24 cm 23 cm 25 cm 24,71 cm
7 26 cm 26 cm 29 cm 27 cm 25 cm 24 cm 27 cm 26,28 cm
Rata-rata 15,14 cm 14,85 cm 16,28 cm 14,71 cm 13,28 cm 13   cm 14,42 cm

C. PERTANYAAN

1. Apakah ada perbedaan kecepatan tumbuh kecambah di tempat yang  terang dan di tempat yang gelap? Jelaskan Jawabanmu!

2. Apa akibatnya jika kecambah di simpan di tempat gelap untuk waktu yang cukup lama? Jelaskan!

3. Menurutmu, manakah yang lebih baik bagi pertumbuhan tanaman, di tempat yang gelap  atau tempat yang terang? Jelaskan Jawabanmu!

4. Jelaskan pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan tanaman!

 

D. JAWABAN

1. Ya, pertumbuhan kecambah di tempat yang gelap akan lebih cepat dari pada di tempat yang terang karena dipengaruhi oleh intensitas cahaya

2. Akibatnya adalah akan mengalami pertumbuhan yang sangat cepat karena kecambah di tempat yang gelap akan mendapatkan intensitas cahaya yang sedikit

3. Ditempat yang gelap, karena tanaman yang ada di tempat gelap akan cepat tumbuh. Hal ini dipengaruhi oleh intensitas cahaya

4. Cahaya sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman karena salah satunya dipengaruhi oleh adanya hormon auksin atau disebut juga hormon pertumbuhan yang ada pada tanaman.

BAB V

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Dari uraian di atas kami dapat menyimpulkan bahwa ada perbedaan kecepatan tumbuh antara kecambah di tempat yang terang dan di tempat yang gelap. Perbedaan tumbuh tersebut dipengaruhi oleh intensitas cahaya yang diterima tanaman baik di tempat terang maupun di tempat gelap. Selain itu, dalam melakukan perkecambahan, kita juga harus memperhatikan pengertian kacang hijau, klasifikasi dan morfologi, bagian-bagian tanaman kacang hijau, benih kacang hijau dan varitas unggul kacang hijau. Didalam proses perkecambahan, variabel penelitian yang terdiri atas variabel kontrol dan variabel terikat juga harus diperhatikan. Oleh karena itu, dengan mengetahui berbagai macam hal tentang kacang hijau, kita diharapkan bisa menambah wawasan lebih tentang proses perkecambahan kacang hijau.

 

B. SARAN

Masih diperlukan pengetahuan yang lebih banyak lagi tentang kacang hijau. Karena dengan begitu kita dapat menambah pengetahuan yang lebih banyak lagi tentang proses perkecambahan kacang hijau. Dan itu sangat penting bagi kita seorang pelajar untuk menambah ilmu pengetahuan atau wawasan lebih yang bermanfaat bagi kita dan masyarakat luas. Terutama wawasan lebih tentang pengaruh intensitas cahaya terhadap kecepatan pertumbuhan kacang hijau.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

About these ads