Pusat Oleh-oleh khas Mojokerto

Mungkin di berbagai tempat Mojokerto dikenal sebagai kota onde-onde. Memang tidak salah, karena menurut saya hampir semua warung yang ada daerah pedesaan di Mojokerto pasti menjual makanan khas Mojokerto ini. Namun, jangan harap anda akan menemukan hal yang sama jika anda berkunjung ke daerah kota Mojokerto. Dari semua toko dan pusat perbelanjaan yang ada di Mojokerto, hampir tidak akan anda temui pusat perbelanjaan yang menjual makanan khas Mojokerto ini. Dan jikalau ada, itupun hanya beberapa saja. Sangat aneh bukan? Kota yang selama ini dikenal sebagai kota Onde-onde tidak mempunyai satupun pusat penjualan makanan khas yang satu ini.

Hal ini sangatlah bertolak belakang dengan kota-kota lain yang mempunyai makanan khas yang tidak jauh berbeda. Sebagai contoh, di Pasuruan sudah ada pusat penjualan makanan khas Pasuruan yakni Telo. Di sepanjang jalan utama Kediri akan banyak kita temui penjual Tahu Pong atau yang biasa disebut juga dengan tahu takwa. Dan di Bondowoso, kita akan sangat mudah menemukan penjual Tape Bondowoso yang sangat terkenal itu karena di tepi-tepi jalan utama di Bondowoso, banyak sekali penjual Tape Bondowoso tersebut.

Jika kita teliti lebih lanjut, ini merupakan peluang bisnis yang sangat terbuka bagi siapa saja yang mau menekuninya. Apalagi pusat oleh-oleh khas Mojokerto juga masih sangat jarang ada di Mojokerto sendiri. Saya harap pemerintah bisa segera mengambil tindakan dan mencari orang yang tepat yang bisa diberi amanah untuk menjalankan bisnis ini karena sering sekali saya mendengar banyak orang yang kesulitan untuk mencari pusat oleh-oleh khas mojokerto. Pemerintah tidak perlu khawatir tidak laku karena Mojokerto merupakan salah satu jalur utama untuk masuk ke Surabaya khususnya bagi mereka yang berasal dari daerah Jombang, Kediri, dan berbagai daerah lain yang letaknya lebih selatan daripada Mojokerto. Jadi tidak ada salahnya kalau pemerintah memilih daerah yang dekat dengan jalan utama Mojokerto-Surabaya sebagai lokasinya. Selain di sepanjang jalan Mojokerto-Surabaya, tempat-tempat wisata seperti di daerah Trawas, Pacet, maupun Trowulan juga tidak ada salahnya dijadikan sebagai lokasi pembangunannya

Dan sebagai tambahan lagi, pemerintah dapat menambahkan berbagai macam makanan dan hasil karya khas Mojokerto yang lain sebagai komoditinya. Misalnya saja, krupuk rambak, telo,sepatu,sandal, maupun miniatur kapal mini yang sudah lumayan terkenal itu. Dan untuk hal yang satu ini, pemerintah harus bekerjasama dengan produsen berbagai macam produk unggulan Mojokerto tersebut dengan harapan mereka dapat dengan lebih mudah memasarkan hasil produksinya. Selain itu, selama ini tidak ada integrasi antara semua produsen produk unggulan tersebut sehingga jika ada pusat penjualan produk unggulan, itupun hanya menjual salah satu produk tertentu sehingga jika ada konsumen yang ingin membeli beberapa produk unggulan sekaligus harus langsung ke tempat-tempat dimana produk-produk tersebut diproduksi. Alangkah baiknya jika semua produk unggulan tersebut dikoordinir juga pemasarannya dan disediakan pusat penjualannya. Selain itu, pusat oleh-oleh ini juga bisa menambah jumlah lapangan kerja yang ada.

Sebagai langkah awal, pemerintah tidak harus langsung membangun beberapa pusat oleh-oleh sekaligus melainkan hanya membuat satu atau dua pusat oleh-oleh saja sebagai percobaan untuk mengetahui seberapa besar permintaan dan respon dari konsumen yang ada. Jika ternyata di awal-awal pembukaannya, pusat ini masih belum ramai dan tanggapan dari masyarakat juga belum seberapa. Pemerintah dapat membuat iklan maupun poster untuk menunjukkan bahwa sudah ada pusat oleh-oleh khas Mojokerto. Dan jika tanggapan dari masyarakat sudah mulai bagus, pemerintah dapat membangun cabang di setiap kecamatan khususnya di daerah-daerah obyek wisata.

Demikian beberapa uraian saya menanggapi keluhan beberapa orang yang selama ini masih kesulitan mencari pusat oleh-oleh khas mojokerto. Semoga uraian saya ini dapat menjadi suatu wacana yang nantinya benar-benar dapat diwujudkan dan akhirnya bisa meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat Mojokerto.